Zaman Batu Madya / Neolithikum

fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap,peternakan, dan pembuatan tembikar. Zaman ini diperkirakan terjadi  2000  tahun SM.

Pada zaman ini manusia lebih modern, semuanya terlihat dengan jelas dari cara kehidupan mereka. Pada masa ini mereka telah menetap di suatu tempat, yang biasa disebut perkampungan. Tapi rumah rumah yang berada dalam kawasan satu perkampungan belum tertata dengan rapih.

Pada zaman ini pula terjadi perubahan pola hidup. Pola hidup yang semulanya adalah food gathering digantikan dengan pola food producing. Hal ini seiring dengan terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayaanya. Masyarakat bercocok tanam ini memiliki ciri yang khas.

  • Ialah sikap terhadap alam kehidupan sudah mati.
  • Kepercayaan bahwa roh seseorang tidak lenyap pada saat orang meninggal sangat mempengaruhi kehidupan mereka.
  • Upacara yang paling menyolok adalah upacara pada waktu penguburan terutama bagi mereka yang dianggap terkemuka oleh masyarakat. Biasanya yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari seperti perhiasan, periuk, dan lain-lain agar perjalanan si mati ke alam arwah terjalin keselamatannya.
  • Kehidupan dengan budaya bergotong royong juga mulai ditingkatkan.

Di zaman ini pula dikenal dan munculnya homo sapiens yang memberikan bukti sejarah.76397-120-5443FCF7.jpg

Pada zaman neolithikum ini terdapat istilah revolusi budaya yang bermakna perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi pada masa / jaman Neolitikum dimana masyarakat mulai menggunakan cara-cara baru untuk bertahan

Menurut beberapa ahli, revolus budaya adalah sebagai berikut

  • Josh Antonio

Revolusi yang berkaitan dengan budaya, yaitu perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. (wikipedia)

Neolitikum adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan. (wikipedia)

Jadi, Revolusi Neolitikum adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi pada masa / jaman Neolitikum dimana masyarakat mulai menggunakan cara-cara baru untuk bertahan hidup.

Contohnya antara lain :

  • Masyarakat zaman neolitikum yang tadinya sekedar pengumpul makanan mulai menjadi penghasil makanan dengan melakukan bertani dan berternak.
  • Mereka tidak lagi hidup berpindah-pindah (nomaden), tetapi relative telah menetap dan tinggal di perkampungan kecil dengan membangun rumah permanen secara menggerombol.
  • Jenis peralatan yang digunakan juga sudah mulai berkembang. Dimana dulunya mereka hanya mengandalkan bebatuan yang seadanya, lalu berubah dengan cara menggosok alat-alat tersebut hingga halus dan efektif untuk pekerjaan mereka seperti mencocok tanam. Alat-alat batu yang menonjol saat itu ialah beliung persegi dan belincung. Beliung persegi/kapak ini digunakan untuk melubangi kayu atau kalau yang berukuran kecil digunakan untuk membuat ukiran.
  • Mereka juga sudah mulai membuat banyak tembikar dari tanah liat untuk membuat alat-alat rumah tangga.

 

  • Detty Hermawaty

Manusia yang dulunya hanya menjadi pengumpul makanan kini menjadi penghasil makanan . Perubahan yang sangat mendasar itu sering disebut revolusi neolitikum.

  • Muhammad Ridman

Pada zaman Neolitikum, keadaan lingkungan alam banyak berubah. Naiknya permukaan air laut menyebabkan daratan bertambah sempit. Sehingga wilayah tempat manusia berburu makin sempit. Perubahan yang sangat mendasar tersebut sering disebut revolusi neolitikum, walaupun sebenarnya perubahan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama.

 

 

Hasil Kebudayaan

Alat alat yang digunakan pada masa ini sudah lebih maju, seperti

  • Kapak persegiatau beliung persegi

Alat ini banyak ditemukan di pulau pulau di Indonesia. Kapak ini terbuat dari bahan dasar batu api. Diperkirakan masuk ke wilayah indonesia lewat jalur barat dari yunan ke semenanjung malaka .Diperkirakan oleh para ahli arkeologi benda ini dibuat sebagai lambang kebesaran, alat upacara, alat tukar dan jimat

 

  • Kapak Lonjong

Kapak ini mempunyai penampang yang berbentuk lonjong. Ujungnya agak lancip sehingga dapat di pasang tangkai. Kapak ini mempunyai dua ukuran yaitu ukuran kecil dan besar. Dindonesia kapak ini ditemukan di pulau sulawesi, pulau flores, pulau maluku, sangihe talaud ,kepulauan tanimbar dan palinga banyak ditemuka di wilayah pulau papua.3148166_orig.jpg

  • Pakaian dari kulit kayu
    Manusia pada masa neolitikum mereka sudah bisa membuat pakaian dari kulit kayu yangyang sederhana yang telah di perhalus.

baju.jpg

 

  • Tembikar

Ditemukan di wilayah pulau sumatra dan di sumba, di wilayah sumba banyak ditemukan periuk belanga yang digunakan sebagai wadah tulang belulang manusia.

tem.jpg

  • Perhiasan

Gelang dan kalung yang terbuat dari batu indah. Banyak di temukan di wilayah Pulau jawa.

perhiasan.jpg

  • Alat alat obsidian

Alat-alat yang dibuat dari batu kecubung. Alat-alat obsidian ini berkembang secara terbatas di beberapa tempat saja, seperti di dekat Danau Kerinci (Jambi), Danau Bandung dan Danau Cangkuang Garut, Leuwiliang Bogor, Danau Tondano (Minahasa), dan sedikit di Flores Barat.alat.jpg

 

Source :

http://www.kopi-ireng.com/2015/02/hasil-budaya-zaman-neolithikum.html

www.britannica.com

http://1.bp.blogspot.com/

http://zaaqys.blogspot.co.id/2013/10/beberapa-pengertian-dari-revolusi.html

http://brainly.co.id/tugas/60301

sejarahbudayanusantara.weebly.com

museumdaerahjatim.com

http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/neolitikum.html

http://sinarharapan.co/

antiquity.ac.uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s